• My Prophile

    Gw lahir 23 taon yang lalu di RS ?? (gak tau.red).....gw live at Fan Banana Street 14 N 647 AM ....Gw hobby bgt ma motor,sk8, n chatting....gw skrg lagi njalani tugas2 dri MJC....meski kuliah cma 1 mggu...tugase ???wuadow.....uedan tuenan....so mari berkawand....

  • ShoutBox

  • Yang Lagi Online di Malang

  • Alternatif

  • Klik tertinggi

    • Tak ada

Rencana Pemerintah tentang Penutupan Situs Porno

Saya baru mendengar dari beberapa kawan tentang adanya rencana untuk melakukan sensor terhadap internet Indonesia, khususnya adalah untuk situs pornografi dan kekerasan. Saya baru melihat URL di Republika online, tetapi belum bisa melakukan recheck kebenarannya.Sebenarnya ide semacam ini sudah berkali-kali muncul. Setiap kali saya dimintai pendapat, saya menyatakan TIDAK SETUJU.Saya termasuk yang tidak suka pornografi, tetapi saya lebih tidak suka pemberangusan semacam ini. Saya bisa bangga bahwa Indonesia sejak jaman dahulu (bahkan jaman pak Harto pun) internet Indonesia selalu bebas! Kritikan terhadap orba bisa muncul di internet tanpa sensor. Mungkin karena waktu itu internet masih belum dianggap penting dan komunitasnya masih kecil sehingga tidak dilakukan sensor. Apapun, internet Indonesia adalah sebuah contoh kebebasan demokrasi Indonesia yang terkendali.

Melakuan filtering terhadap konten pornografi membutuhkan sumber daya (manusia, computing, dll.) yang sangat besar. Sayang sekali. Seharusnya sumber daya ini bisa digunakan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas internet Indonesia dulu. Lihat saja, memberangus tabloid atau majalah yang bernuansa pornografi (yang jumlahnya lebih sedikit dari situs internet dan juga lokasi fisiknya sangat jelas) Pemerintah masih belum mampu. Apalagi ini yang berada di dunia maya?

Bagaimana kita melindungi diri dari pornografi di internet?

Yang pertama adalah edukasi dan pembinaan moral. Ini harus dilakukan di semua lini; rumah, sekolah, dan masyarakat. Tujuannya adalah adanya tekanan moral bahwa melihat situs porno itu adalah salah, memalukan, tidak bermoral, dan sejenisnya. Tetapi … bukan ilegal lho. Pokoknya dibuat malu sendiri deh. Bagusnya pendekatan ini adalah dia juga bermanfaat untuk menangkal pornografi apapun medianya.

Yang kedua adalah mengajak masyarakat untuk lebih banyak menghasilkan content yang positif. Tujuannya adalah agar content negatif menjadi minoritas. Itulah sebabnya saya mengajak banyak orang untuk menulis blog dengan tema apa saja (asal jangan pornografi). Buat tulisan yang banyak dan kemudian berkualitas. (Mantra saya: kuantitas dan kemudian kualitas.) Biarpun ada yang uring-uringan, blog ini (rahard.wordpress.com) sering menempati peringkat yang populer. Setidaknya dia merupakan alternatif terhadap tulisan yang negatif atau berbau pornografi. Ini bukan sekedar omong kosong, tetapi sudah saya lakukan. Ayo bantu saya dengan banyak menulis yang positif.

Pemerintah bisa membuat program insentif untuk lomba menulis dengan media blog, misalnya. Insentif kepada content creator & provider bisa lebih digalakkan. Tujuannya, ya jelas lebih banyak content yang positif. Menurut saya ini lebih produktif dan elegan. Selain itu dia bisa lebih terukur hasilnya.

Ada kasus dimana orang (yang dikhawatirkan adalah anak-anak) secara tidak sengaja masuk ke situs pornografi. Solusi untuk ini adalah menyediakan proxy yang bebas dari pornografi dan kekerasan. Jadi sifatnya adalah optional atau pilihan. Nah, Pemerintah bisa mendanai inisiatif atau proyek proxy bebas pornografi ini. Bagi yang menginginkan hal ini, tinggal set proxynya ke layanan ini. Bukankah ini lebih elegan?

Sebelum kelupaan, ada satu pornografi yang memang harus dibuatkan undang-undangnya yaitu child pornography. Alasannya adalah anak-anak yang menjadi obyek dan harus dilindungi karena mereka belum mampu melindungi diri. Apapun bentuknya (internet, media konvensional, apa pun) child pornography harusnya dikategorikan sebagai kejahatan.

Membuat sesuatu yang memiliki dampak jangka panjang harus dilakukan secara bertahap dan tidak tergesa-gesa. Buatlah langkah-langkah di atas dahulu dan setelah itu silahkan lakukan filtering jika dirasa perlu. Misalnya kita ingin membuat larangan merokok, maka lakukanlah dengan bertahap; tidak memperbolehkan merokok di seluruh gedung, kecuali di tempat xyz (sediakan tempat khusus untuk merokok). Agak kurang bijaksana kalau modelnya adalah … tidak boleh merokok titik! Anda yang merokok silahkan pindah negara. he he he. (BTW, saya tidak merokok.) Sebelum itu, buatlah aturan tentang larangan iklan rokok, dan seterusnya. Bertahap lah. (Akankah rokok hilang dari dunia? Rasanya tidak mungkin. Akankah pornografi hilang dari dunia? Rasanya juga tidak mungkin. I just don’t want to be part of it.That’s all. And I think step by step is how we should do it.)

Ini sekedar opini seorang manusia. Anda tentunya boleh berbeda pendapat. Asal konsisten saja, sehingga Anda tidak malu kepada diri sendiri.

Link terkait.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: